RESENSI NOVEL HUJAN

hujan

Judul Buku : Hujan

Penulis : Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2016

ISBN : 978-602-03-2478-4 

“Jangan pernah jatuh cinta saat hujan, Lail. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu.”

 

 “Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit?Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.”

Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. Tak pelak lagi, kamu sedang jatuh cinta jika mengalaminya…”

Hidup ini juga memang tentang menunggu,Lail. Menunggu kita untuk menyadari: kapan kita akan berhenti menunggu.”

Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat,melainkan karena dia bisa lapang melepaskan…..”

Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.”

Dengan kutipan diatas saja kita bisa memahami apa alur yang hendak dihadirkan dalam cerita fiksi yang sangat heroic ini, kenapa? Karena kita akan dihadirkan dalam suasana cerita yang tidak pernah kita duga, intelegensi dari penulis sangat terasa dalam kepenulisan novel ini.

Siapa yang tidak mengenal penulis nusantara, Tere Liye? Penulis yang karya-karyanya menjadi Best Seller Book serta  recommended bagi para penikmat sastra. Hebatnya, pria kelahiran 21 Mei ini adalah seorang yang hanya menjadikan menulis sebagai hobinya. Melalui hobinya tersebut tercipta mahakarya sederhana namun begitu nikmat ditelusuri kata-kata di tiap lembarnya.

Novel yang terbit tahun 2016 ini memiliki dua tokoh utama yakni lail dan Esok. Kedua anak ini dipertemukan saat terjadi bencana alam yang melanda dunia pada tahun 2042. Bertepatan dengan lahirnya bayi manusia yang ke sepuluh milyar. Sosok Esok yang bernama lengkap Soke Bahtera digambarkan sebagai anak muda yang jenius dengan penemuannya berupa mobil terbang yang diadopsi oleh seorang Wali Kota dan memasuki perguruan tinggi di ibu kota pada usia 16 tahun, dan Lail memiliki karakter gadis sederhana yang hidup di panti sosial pasca terjadinya bencana alam yang kemudian menjadi seorang relawan dan bersekolah di sekolah perawat. 

Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang Perpisahan, Tentang Melupakan, Tentang Hujan

Sajian Science Fiction dalam novel ini sangat menggugah selera bagi para penikmat pembaca. Novel ini berlatar Bumi pada tahun 2050. Berawal dari seorang anak gadis bernama Lail yang mendatangi sebuah pusat terapi saraf untuk menghilangkan kenangan pahit dalam hidupnya dengan menggunakan teknologi canggih pada masa itu. Terapi pun dimulai dengan memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani seorang fasilitator bernama Elijah. Lail harus menceritakan kisahnya dan menjawab pertanyaan Elijah. Kisah Novel ini pun dimulai dari sini dengan Alur Maju-Mundur. Kisah Novel Hujan ini juga berkisah tentang kemajuan teknologi di masa mendatang. Salah satu contohnya adalah orang-orang tidak membutuhkan lembaran uang untuk bertransaksi. Mereka hanya cukup memberikan sentuhan dan perintah suara. Selain teknologi, Novel ini pun berkisah tentang kekuatan-kekuatan politik. Dimana setiap negara memiliki kepentingan politik masing-masing yang pada akhirnya berujung kepada keserakahan juga berefek pada keseimbangan alam. Penulis juga membahas tentang konsekuensi perubahan alam akibat tingkah keserakahan manusia sehingga menyebabkan Pemanasan Global (Global Warming).

intinya kita akan diajak ke dunia yang belum pernah kita bayangkan, dan bagi para penikmat buku inilah sajian yang sangat menggoda untuk segera di nikmati. selamat menikmati…

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di Buku, Resensi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s