PETER SI MERPATI

ciri-merpati-tinggian

Upacara lepas sangkar akan segera di mulai, beberapa anak-anak merpati dari generasi yang sama dikumpulkan secara bersamaan di pagi hari. Hari ini adalah hari yang sakral karena semua anak-anak merpati harus mengibarkan sayap-sayap mereka untuk pertama kalinya.

Raja yang agung telah siap memanggil daftar nama yang telah terpampang di gulungan kertas, musim ini terkumpul sepuluh anak yang siap untuk membuktikan bahwa mereka bisa terbang dengan bagus, dan jika mereka bisa terbang dengan bagus maka mereka bisa mengikuti pelatihan menjadi pasukan pengawal raja.

Runtutan daftar nama sudah di baca oleh raja, dan semuanya sukses terbang dengan bagus hingga akhirnya nama Peter dipanggil dengan suara yang keras, namun peter belum keluar juga, raja mengulanginya hingga tiga kali, tetapi tetap saja peter tidak keluar-keluar hingga akhirnya pengawal memerintahkannya untuk segera mengibarkan sayapnya.

Peter mulai gelisah, dia merasa sangat takut, dia melihat ke bawah dan terlihat banyak sekumpulan merpati yang menantinya untuk segera terbang. Untuk membuktikan bahwa dirinya adalah merpati sejati dia memberanikan diri berlari dan meloncat, kibarkan sayap dengan segagah mungkin, ya peter merasa percaya diri, tapi sayangnya sayapnya tak cukup kuat untuk menerbangkannya hingga akhirnya dia terjatuh dan tersungkur di tengah-tengah kerumunan merpati, raja sangat kecewa padanya hingga ia tidak diperbolehkan masuk di kerajaan lagi.

Peter pun pulang dengan rasa penyesalan dan malu telah mengecewakan ibunya, sesampainya dirumah peter minta maaf pada ibunya karena telah mengecewakannya, dia gagal untuk bisa membuktikan dihadapan raja, “tak apa nak yang terpenting kau telah berusaha semaksimal mungkin, mungkin bulan depan kau bisa membuktikannya”.

Peter merasa malu dan merasa aneh karena hanya dia sendiri merpati yang tidak bisa terbang, teman-temannya terus mengejeknya dan menjauhinya, hanya ada satu teman yang setia dengannya, Rudi, dengan rudi seorang peter bisa bermain dan mendapatkan cerita dari pengalaman rudi selama berada di kerajaan, dan juga rudi mengatakan bahwa bulan depan akan ada perlombaan yang diadakan oleh raja, merpati yang bisa terbang dengan cepat akan diangkat sebagai pengawal raja. Peter sangat antusias dan ingin memenanginya, tapi lagi-lagi dia putus asa dengan keadaannya yang seperti ini.

Suatu ketika Peter dan Rudi jalan-jalan ke hutan arison untuk mencari makanan, peter melihat sebuah gubuk di bawah pohon beringin, peter memanggil rudi yang sedang asik mengejar beberapa serangga yang berterbangan,

“ada apa peter, aku sedang sibuk menangkapi serangga-serangga ini” ujar rudi.

“lihatlah, ada gubuk di bawah pohon beringin itu, tampaknya tidak ada penghuninya, karena gubuknya terlihat mau roboh”.

Dengan langkah yang ragu mereka akhirnya menuju gubuk itu, pintunya tak dikunci, mungkin pemiliknya lupa menguncinya, dengan hati-hati ia memperhatikan sekeliling isi gubuk itu, Rudi menemukan buku yang berjudul “I will fly” buku itu berisi tentang rumus-rumus yang tak begitu bisa dipahami, “hai peter, coba kau lihat ini, aku tak paham apa isi buku ini, mungkin kau mengerti” peter membaca buku itu dan dia tersenyum lebar, “waow, buku ini adalah kumpulan rumus-rumus untuk membuat pesawat, entah siapa yang membuat ini, nampaknya buku ini belum selesai ditulis pemiliknya, aku akan menyelesaikannya”.

Sesegera mungkin peter membawa pulang buku itu dan mempelajarinya dirumah bersama rudi, dengan penuh semangat, ini mungkin akan menjadi pembuktian saya, bahwa saya adalah merpati sejati yang bisa terbang, peter berencana akan menyelesaikannya dalam waktu satu minggu agar bisa mengikuti perlombaan dan menjuarainya.

Ditemani Rudi, Peter mengerjakannya siang dan malam, dia tak mempedulikan teman-temannya yang masih saja mengejeknya, dan menganggapnya sudah gila, “hai peter, apa kau sudah gila, hingga kau bermimpi akan membuat pesawat” dibarengi dengan tawa dari teman-temannya yang melewati pelataran rumahnya.

Untuk menyelesaikan bagian akhir buku ini cukup menguras keringat peter, untungnya, peter cukup pandai dalam hal matematik, rudi juga terus menyemangati peter. Akhirnya setengah badan pesawat yang terbuat dari dahan dan ranting pohon mulai tersusun rapi, peter mulai memikirkan tekanan udara dan juga bahan bakar yang harus digunakannya, dengan susah payah peter mengerjakan dan terus berusaha untuk membuktikan pada semuanya, terlebih membuat bangga ibunya.

Pesawat telah rampung dikerjakan peter dan juga dibantu rudi, perlombaan akan diselenggarakan besok, dengan rudi peter mencoba pesawatnya di hutan Arison, pesawat pun meluncur cukup baik, hanya saja untuk keseimbangannya belum sempurna, “Kau benar-benar sangat hebat, akupun tak menyangka kau bisa menciptakan pesawat yang hebat” ujar Rudi dengan ternganga karena kagum dengan pesawat yang diciptakan oleh Peter.

Hampir seluruh Penduduk memadati lapangan kerajaan untuk menyaksikan secara langsung perlombaan hari ini, semua peserta siap-siap memasuki lapangan, termasuk Peter dan Rudi.

Peter sangat bersemangat sekali ingin memenangi perlombaan ini, suara terompet telah ditiup, pertanda pertandingan akan segera dimulai, bunyi tembakan peluru sudah dilesatkan, pertanda pertandingan sudah dimulai, semua peserta sesegera mungkin melesat dengan cepat.

Peter mengalami sedikit masalah, tetapi dia bisa mengatasinya, peter mulai menyusul peserta yang lainnya, dan di akhir putaran peter berada di urutan kedua setelah bolt, pertarungan yang cukup sengit terjadi di putaran terakhir ini, dengan kemampuan semaksimal yang dimiliki peter, akhirnya dia memenangi pertandingannya dan peter diangkat menjadi pengawal secara langsung oleh raja karena kegigihannya.

 

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di CERPEN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s