Resensi Novel Cinta 3 Benua

cinta-3-benuaResensi Novel Cinta 3 Benua – Jarak bukan menjadi masalah ketika seseorang merasakan indahnya cinta, meskipun terpisah bermil-mil jarak diantara dua insan, tidak akan melunturkan cintanya, sebab demi memeluknya orang sanggup melakukan perjalanan yang panjang dan tidak masuk akal.

Tetapi dari sanalah terbit jutaan energi dan inspirasi. Inilah cerita dari tiga kota di tiga benua.Cairo yang eksotik dan penuh roman, Istanbul yang indah dan melegenda, serta Jakarta, kota seribu asa dan impian.

Kisah seorang lelaki bernama Faiz, yang berjuang meletakkan cinta pada maqam tertinggi demi menyematkan perempuan di kedudukan paling terhormat.

Tetang kapan cinta harus diberi jalannya, kapan mesti disembunyikan, dan kapan diperjuangkan. Dapatkah Faiz melakukannya?

Begitulah alur cerita yang ditawarkan dalam novel cinta 3 benua karangan Faris BQ dan Astrid Tito.

Faiz adalah seorang penulis novel tampan yang menetap di Turki. Faiz pernah sekali dipatahkan hatinya oleh cinta pertamanya, pengalaman pahit itu membuat dia tidak yakin akan cinta sejati. Seorang gadis Mesir yang memiliki lautan kebijaksanaan, pergi membawa separuh hatinya.

Nayla, karakter kedua dalam novel ini adalah seorang perempuan biasa yang menjadi bagian dari jutaan manusia di Jakarta. Memiliki tunangan yang telah dijodohkan dengannya dari kecil, namun kemudian harus merasakan patah hati karena pengkhianatan.

Tanpa senagaja, atau memang takdir tuhan, mereka dipertemukan.  Nayla merupakan fans novel Faiz. Novel tentang cinta pertama Faiz yang ingin dikuburnya rapat-rapat di dasar ingatan. Namun novel itu menyentuh ruang hati Nayla, tepat saat ia ingin kabur dari pengkhianatan tunangannya. Tepat saat ia ingin melarikan diri, ibunya mendapatkan paket umrah dan wisata ke Turki.

Di sinilah semua bermula. Faiz terpesona dengan wajah dan nama Nayla yang mirip dengan kekasih hatinya. Sedangkan bagi Nayla, pada awalnya dia hanya penasaran dengan perempuan dalam novel Faiz dan sikap Faiz yang agak misterius. Namun lama kelamaan, perasaan Nayla pelan-pelan berubah.

Setelahnya kisah bergulir, dalam 4 hari 3 malam di Turki, sepanjang selat Bophorus, istana Dolmabache, benteng Rumeli, hingga Yale. Di negeri dua benua, jejak-jejak kisah Faiz dan Nayla bermula.

Novel ini sangat bagus dijadikan bahan bacaan, apalagi untuk anak muda yang sedang merasakan asmara, karena banyak nilai yang bisa diambil. Penggambaran latar dalam novel ini juga sangat menarik, kita akan diajak penulis Mengintip keindahan masjid Suleymaniye, mengitari Cappadocia di Anatolia Tengah, mencicipi kelezatan Turkish Delight dengan kacang hazelnut, serta merasakan lampiran jejak peradaban Konstantinopel.

Hanya saja intrik yang terjadi dalam novel ini kurang menarik, karena menurut kami permasalahan penyakit kanker otak sudah sangat banyak diambil dan dituangkan dalam cerita novel.

Publisher                              : MATAHARI

ISBN                                    : 9786021139882

Publish Date                         : Jan 5, 2016

Pages                                    : 314

Language                              : INDONESIA

 

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di Buku, Resensi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s