Resensi Film Indie VOILA

resensi-film-pendek-voilaFilm indie selalu memberikan pesan-pesan yang sangat dalam maknanya. membuat film pendek bukanlah hal yang mudah, karena dengan durasi yang singkat mereka harus memberikan pesan yang berarti dalam filmnya.

salah satu film pendek yang syarat akan makna adalah “VOILA” Sebuah karya film pendek dari tugas penyutradaraan 4 – FFTV IKJ 2015. film ini menceritakan seorang anak bernama bayu yang senang menggambar dengan crayonnya dan ayah yang sangat mencintainya.

karena kasih sayang sang Ayah begitu besar pada anaknya dia membuat topi ajaib yang bisa mengubah semua gambar yang dibuat bayu menjadi kenyataan. hari demi hari dilalui, waktu terus berjalan, bayu sangat senang, karena setiap gambar yang dibuatnya ketika diletakkan didalam topi ajaib, keesokan harinya akan menjadi kenyataan.

bayu menggambar sepatu, susu kaleng, mainan dan lainnya, dan semuanya menjadi kenyataan. bayu sangat senang sekali, namun bayu tiba-tiba curiga dengan ayahnya.

ketika suatu ketika bayu menggambar sepatu dan diletakkannya didalam topi ajaib, pagi harinya bayu mengikuti ayahnya, diikutilah ayahnya hingga sampai di suatu toko, disana sang ayah bertemu dengan gadis penjaga toko yang dicintainya dan membeli sepatu seperti yang digambar bayu.

bayu sadar bahwa topi ajaib hanyalah tipuan dari ayahnya, namun bayu tetap saja diam dan pura-pura tidak tahu. lalu bayu menggambar seorang ayah dan ibu yang sedang memegangi anaknya. ditaruhnya gambar itu di topi ajaib, lalu dilihat oleh sang ayah, seketika itu ayahnya menyadari bahwa anaknya merindukan sosok ibu.

Tapi yang mengejutkan adalah ketika ayahnya pulang kerja, sesampainya dirumah ditemuinya bayu bersama seorang gadis penjaga toko duduk bersama di ruang makan. Kali ini bayu yang mewujudkan impian sang ayah itu. Kisah yang sangat mengharukan, dimana ayah yang sangat menyayangi anaknya dan sang anak yang juga menyayangi ayahnya. Begitulah seharusnya keluarga.

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di Film, Resensi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s