Resensi Film Indie Bidan Lelaki

bidan-lelakiCerita dalam film ini dimulai dengan suasana cerah dipagi hari dikampung Gedhe. Dengan sepeda tua miliknya, seorang lelaki setengah baya bersepeda menuju tempat kerja lengkap dengan alat-alat kesehatan dalam tasnya.

Lelaki setengah baya itu nampak tergesa-gesa, karena ingin segera sampai pada pasien yang meminta bantuan lewat telepon. Ya, seorang bapak meminta tolong agar sang istri mendapat bantuan karena air ketubannya pecah.

Ditengah-tengah perjalanannya, lelaki itu berpapasan dengan sebuah angkutan umum yang membawa penumpangnya. Di dalam angkutan tersebut terjadi tindakan kekerasan dari salah seorang penumpang yang kasar, dia menodongkan gunting di leher sang sopir.

Lelaki yang mengancam pak sopir itu meminta sang sopir menancap gas dengan cepat. Karena sang sopir hilang kendali, angkutan tersebut pun menabrak pembatas jembatan.

Melihat kejadian ini, lelaki itu segera menolong sang sopir yang ada di dalam angkot tersebut, karena tidak sadarkan diri.

Namun sial bagi lelaki itu, seorang pelaku kekerasan itu dengan seenaknya mengambil kesempatan dalam kesempitan membawa lari sepeda yang tersandar di jembatan. Lelaki itu segeraa mengejarnya dan meneriakinya. Tiba-tiba sebuah mobil melintas dan tanpa sengaja menabrak lelaki tersebut.

Lelaki itu tak sadarkan diri, dia dibawa ke puskesmas oleh warga sekitar. Dalam perjalanannya lelaki itu sadar dan sesegera meminta diturunkan.

Dalam ketidak sadarannya dia bermimpi sedang berbicara dengan istrinya perihal kesiapan mereka dalam memperoleh momongan. Dalam keadaan menunggu istrinya dirumah sakit, tidak jauh darinya ada anak perempuan dengan baju putih memancarkan sinar menghampiri serta memanggil lelaki itu dengan sebutan ayah dan memintanya agar diselamatkan.

kemudian, anak perempuan tersebut meninggalkannya dengan riang seakan berharap untuk diikuti. lelaki itu pun mengikutinya dan sampailah pada sebuah rumah, entah milik siapa. karena penasaran, lelaki itu pun membuka pintunya.

Ternyata mimpi itu bukan hanya mimpi biasa, itu adalah petunjuk bahwa ada seorang yang sedang membutuhkan pertolongan darinya. Anak perempuan dalam mimpinya itu terlihat nyata dan seakan mengajak lelaki tersebut untuk mengikutinya.

Lelaki itu dengan segera turun dari mobil dan menemukan perempuan dalam mimpinya, sepeda yang dicuri oleh pelaku kekerasan berada di depan rumah itu. Lelaki itu membuka pintu rumah dan ditemui seorang wanita yang sedang kesakitan karena akan melahirkan, yup, itu adalah istri dari pelaku kekerasan tersebut. Bagaimana kelanjutan ceritanya, silahkan tonton videonya.

Konflik terjadi dialur cerita film ini. Film ini bukan hanya menceritakan tentang bidan laki-laki, film ini dipenuhi pesan-pesan yang syarat akan makna, tergantung dari mana kalian memahaminya.

Tokoh: Lelaki, Anak Perempuan, Sopir, Suami (penumpang yang kasar) dan Istrinya

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di Film, Resensi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s