Segelas Teh Pahit BEPE

teh-pahitSebelum memulai aktifitas sehari-hari, saya mempunyai kebiasaan menyeduh segelas teh tanpa gula atau yang biasa kusebut “teh Pahit”. Karena kalau dibilang tawar jelas salah besar, ada rasa yang terdapat pada teh seduhan tanpa gula. Pahit.

Menurut saya segelas teh pahit dipagi hari memberikan inspirasi untuk selalu berkarya dan berkarya. Meskipun bukan maha karya, tapi tetaplah sebuah karya. Ada semangat dalam seduhan teh itu. Percaya atau tidak, kalian bisa membuktikannya sendiri.

Kebiasaan menyeduh teh pahit dipagi hari ini terinspirasi dari Bambang Pamungkas atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Bepe”. Yup, dialah yang menginspirasi saya, ketika membaca tulisannya di blog Bambangpamungkas20.com.

bambang-pamungkasBepe pernah menuliskan tentang kebiasaannya menyeduh teh tanpa gula setiap paginya. Pada blognya terisi dengan tulisan-tulisan yang sangat menarik dan menginspirasi, oleh karena itu saya meniru kebiasaannya. Dialah alasan saya untuk terus mengasah bakat menulisku.

Berbeda dari teman-teman saya, kebanyakan dari mereka terinspirasi oleh penulis novel atau sastrawan indonesia. Mereka menjadikan sastrawan dan penulis handal lainnya sebagai panutan.

Meskipun saya juga belajar dari sastrawan indonesia dan penulis-penulis handal lainnya, namun yang menjadi sosok inspirator menulis saya adalah BEPE, karena dia yang berlatar sebagai seorang sepak bola bisa membuat tulisan yang begitu bagus adalah keistimewaan tersendiri menurut saya.

Entah petunjuk dari mana saya mengidolakan Bepe sebagai penulis, sebenarnya saya penggemar Bepe sejak lama, tetapi saya mengenalnya bukan karena tulisannya, namun karena kelihaiannya dalam mengolah si kulit bundar.

bepe2Awal mengenal Bepe sebagai Penulis adalah disaat teman saya yang seorang jackmania bercerita padaku tentang Bepe yang juga pandai dalam menulis. Dia memberi tahu tentang blog yang dikelola oleh bambang pamungkas, dan ketika saya membaca isinya, seketika itu saya langsung jatuh hati dengan tulisan-tulisan Bepe.

Saya selalu menantikan tulisan-tulisannya yang baru, cerita bersambungnya berjudul victory yang paling saya suka, dengan gaya penulisan yang sangat renyah membuat saya hadir ditengah-tengah kejadian.

No, no, no. Kita ngga ke Dubai Gas”, ujar Bambang. “Hah, jadi?”, tanya Bagas penasaran. “Kita ke Paris.”lanjut Bambang. “Ngapain kita ke Paris Om?”, tanya Bagas semakin penasaran. “Nanti gue jelasin, yang penting kita harus pindah dari hotel ini sekarang juga, kita cari hotel baru sampai kita bisa dapat penerbangan paling cepat ke Paris”, jelas Bambang.

Secuil gambaran tentang victory…. trimakasih Bepe yang telah menginspirasi saya. Sebagai fansmu saya meniru gayamu mencari inspirasi, karena katamu segelas teh pahit dipagi hari akan memberikan inspirasi, maka akupun berharap bisa mendapatkan inspirasi dari segelas teh pahitmu BEPE!!!

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di MOMENTOS, My Story dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Segelas Teh Pahit BEPE

  1. D. Y. Firmanto berkata:

    Saya dulu sering baca artikel2nya BP di sportsatu.com. Tulisannya memang bagus2. Blognya sekarang apakah masih update mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s