Mencari Hilal

hilal-ilustrasiSelamat menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H. Kali ini saya akan berbagi pengalaman mencari hilal yang pernah saya lakoni. Ini mungkin bukan keahlianku dalam mencari Hilal, tapi aku pernah beberapa kali mendapatkann pengalaman mencari hilal.

Seperti biasa, prolog harus selalu ada dalam tulisan. Hilal bisa dikatakan sebagai Bulan pertama atau bulan tanggal satu atau bisa juga disebut sebagai anak bulan, karena Hilal hanya terlihat diawal bulan.

Kalau di wikipedia dijelaskan seperti ini. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.

Meskipun saya gak begitu ahli dalam ilmu falak ( Astronomi Islam) tetapi saya pernah menimba ilmu disekolah yang mengajarkan Ilmu Falak. Sedikit tahu bagaimana cara menentukan arah kiblat, menghitung waktu shalat, dan menghitung awal bulan (Hilal).

Pada tanggal 25 Mei ini, sore nanti banyak para ahli yang melakukan observasi hilal di beberapa titik yang bisa digunakan sebagai tempat observasi, idealnya sih di pesisir pantai, karena Hilal hanya muncul diketinggian beberapa derajat saja.

oke, pengalaman pertama observasi Hilal berada di pantai kartini Jepara, tepatnya ditahun 2011 bulan dan harinya lupa, yang pasti hari H sebelum ramadhan, hehehe..

Saya berada satu tim Observasi Wahisa. berbagai peralatan sudah disiapkan, dari Teleskop, Theodolit, Teropong, Dll. Saya sangat ingin sekali melihat hilal, sangat penasaran, sampai aku tak pernah meninggalkan layar laptop yang menampilkan pergerakan matahari.

oh iya, hilal hanya bisa dilihat ketika matahari tenggelam, karena saat matahari masih terlihat, sinarnya mengalahkan sinar bulan, dan bulan bersinar dari pantulan matahari.

saat matahari mulai tenggelam dan hanya melihatkan sinar kemerah-merahannya, saat itulah semua orang terdiam, semua sangat fokus pada hilal. lokasi hilal sudah ditentukan, tinggal menunggu apakah dia akan menampakkan sinarnya.

Adzan maghrib pun sudah mulai berkumandang, semua orang sudah fokus dengan observasinya, Teleskop masih bekerja dengan baik, Theodolit Masih bediri tegak, namun tak ada satupun dari kami yang bisa melihat hilal, mungkin karena awannya yang terlalu tebal, atau memang belum saatnya hilal menunjukkan wujudnya.

saya yang sangat ingin melihat hilal pun sangat kecewa, karena tidak bisa melihat fenomena yang cukup langka. setelah diputuskan bahwa hilal tidak terlihat dipantai kartini, ada seorang yang mendapatkann informasi bahwa Hilal terlihat dibeberapa titik observasi lain, kami pun lega karena besok adalah dimana bulan yang dirindukan dan penuh berkah akan hadir.

untuk bisa melihat hilal memang sangat sulit, karena jeda waktu yang sangat sebentar, belum lagi pengaruh cuaca. tapi akhirnya saya pernah sekali melihat Hilal di saat observasi di pantai marina semarang.

pengalaman yang sangat luar biasa bisa melihat hilal. Lalu, bagaimana dengan nanti sore, apakah ada yang bisa melihat hilal?

ya, begitulah pengalaman mencari hilal, sungguh sangat menyenangkan, karena dengan kita mengamati ciptaan Allah, maka akan bertambah juga keimanan kita.

Happy Hunting Hilal.

Iklan

Tentang zakariya47

secangkir seduhan teh tanpa gula di pagi hari
Pos ini dipublikasikan di MOMENTOS, My Story, Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s